Oleh: noberic | Desember 16, 2008

Tips Biar Lampu Sepeda Motor Tetap Terang

Hampir semua motor jenis bebek atau skubek, penyinaran lampu utamanya tidak stabil. Cahayanya tergantung putaran mesin. Makin tinggi putaran mesin, kian terang sorotannya. Bisa begitu lantaran pakai sistem semi-DC, yakni kabel keluar dari sepul terbagi jadi 3 bagian. Masing-masing ke massa, lampu dan aki. Sistem penerangannya diambil langsung dari sepul, sehingga nyala lampu mengikuti naik-turun putaran (rpm) mesin.

Beda dengan jenis sport, banyak yang mengaplikasi  full DC. Kabel dari sepul keluar hanya dua dan semuanya masuk ke regulator pengisian. Makanya, sekalipun mesin mati, asal kontak masih “ON” lampu tetap menyala karena arus listrik untuk lampu diambil langsung dari aki. “Secara safety, di jalan jelek malam hari dengan rpm rendah, lampu tetap terang,” tegas Arthur Wulur, punggawa bengkel VRT di Bintaro, Jakarta Selatan.

Cara seperti di motor sport pernah dipraktikkan pada bebek dan skubek, tapi muncul keluhan, aki jadi tekor.”Karena tidak mengubah sistem kerja pada sepul dan regulator,” ungkap Sinyo, Arthur biasa disapa. Ia pun coba mendesian regulator sendiri dan sudah dipakai pada banyak bebek, hasilnya tidak ada masalah.

Jadi,  di sini Sinyo mengubah pengapian dari semi-DC menjadi full DC. “Ditambah ubahan pada sepul agar lebih banyak menopang kebutuhan regulator,” papar Sinyo. Dan sepul mau kuat supportnya ke regulator, diameter kawat gulungannya diubah dari 1 mm menjadi 1,5 mm atau lebih.

Logikanya, aki diibaratkan bak mandi, sedang regulator jadi keran yang menyuplai air ke bak. Sementara cahaya ibarat gayung yang  menimba air. Jadi, jika kucuran airnya deras, digayung banyaknya, cadangan air tak bakalan habis.

Dengan model full DC, kata Sinyo, selain lmapu jadi stabil, kebutuhan arus listrik ke CDI juga makin stabil. “Banyak yang ngomong motor jadi tambah enak, meski CDI nggak diganti,” bangga Sinyo yang menjual  satu paket regulator bikinannya plus sepul seharga Rp 350 ribu


Responses

  1. kalau di mobil itu lampu bawah sering kemasukan air gimana cara membuangnya ya?

  2. sip bget informasi ny..

  3. Kalau cuma kawat spulnya aja yg di gedein ukuranya gmna bos?ga usah pake regulator.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: